Langsung ke konten utama

Cara Membuat Sulak dari Tali

Dahulu, ketika kelas V/VI, aku dkk. membuat kreasi ini secara berkelompok. Kelompok orang-orang Candran (2 orang) + Tanjungsari (2 orang) mendapat pujian ketika membuat rambut sulak. Sayangnya, aku lupa mereka membuat rambut sulak dengan alat apa. Hanya itu yang aku ingat. Soal nilai dan lainnya aku lupa, he he he.

Ya sudah, aku langsung beri tahu saja bahan-bahan dan cara membuat sulak dari tali. Kalau tidak paham, mohon ditanyakan di komentar, ya.

Bahan-bahannya:

1. Tali rafia kecil. Di sini harganya 2k. Tali rafia merah itu satu gulung. Warnanya ada tiga, tetapi tali rafia hitam dan biru memakai tali rafia bekas. Oleh karena tali rafia bekas, hasilnya seperti ini sebelum dicukur kepalanya.

2. Bambu/kayu/besi/lainnya untuk membuat gagang sulak (kalau punyaku, panjangnya 45 cm).

3. Arit/bendo/benda tajam besar lainnya untuk memotong bahan no. 2.

4. Penggaris/meteran/lainnya untuk mengukur.

5. Gunting untuk memotong tali rafia.

6. Jarum pentol/paku/benda tajam kecil lainnya 1 buah untuk membuat rambut sulak.

7. Lem tembak atau perekat lain (aku memakai lilin dan korek api karena tidak punya tembak. Bukan tembak dor-dor itu ya, tapi bentuknya memang seperti tembak, hanya saja diisi lem tembak, bukan peluru. Bahkan tempat peluru tidak ada, dan tembak itu memiliki kabel)

Cara membuatnya:

1. Potong bambu/kayu/besi/lainnya sesuai selera, lalu bentuk tabung/bundar.

2. Potong-potong tali rafia untuk membuat rambut sulak. Punyaku ukurannya 13 cm, tetapi terasa kaku, terutama bagian tali rafia merah. FYI, bagian tali rafia hitam dan biru aku memakai paku, sedangkan bagian tali rafia merah memakai jarum pentol. Namun, lebih sulit memakai paku, sedangkan jarum pentol berisiko bengkok.

3. Ikat ujung tali rafia lain di salah satu ujung gagang sapu. Aku tidak mengukur panjangnya, tetapi hanya menggulungnya ke gagang sulak saat tali untuk rambut sulak sudah diikat di tali itu. Jika gulungannya sudah pas, aku potong talinya. Sisa talinya kugunakan untuk membuat rambut sulak.

4. Ikat tali rafia untuk rambut sulak ke tali rafia yang diikat di gagang sulak. Caranya seperti ini:

5. Buat rambut sulak dengan paku/jarum pentol/lainnya.

6. Gulung tali rafia dan ikat ujungnya. 

7. Beri perekat pada ujung/ikatan atas dan ujung/ikatan bawah.

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi unggahan ini. Sampai jumpa kembali. Semoga kita bertemu lagi dalam keadaan sehat dan semangat. Selamat menjalankan aktivitas lain. Jangan lupa berdoa dan berharap rida-Nya.

Salam sahabat,

Poetree (dibaca Putri. Namun, Anda bisa membacanya Putre atau Poetre)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Film Mulai Ulang Bumi

  Foto: YouTube/Q1Q2 Movie Channel Indonesia    Film "Mulai Ulang Bumi" merupakan film fiksi ilmiah (scifi) terjemahan dengan durasi 01:29:16. Film ini menceritakan tentang tumbuhan yang berubah jadi monster. Waktu berlalu hingga peradaban manusia menjadi kacau. Suatu sore ada seorang anak perempuan menemukan anjing peliharaannya. Ayahnya mengatakan bahwa itu bukan anjing mereka. Ketika anjingnya lari, si anak mengejarnya.    Monster tumbuhan aktif pada malam hari. Ketika sang ayah berhasil menemukan anaknya, monster tumbuhan ada di dekat anaknya dan mulai menyerang mereka. Sang ayah pun berusaha kabur dengan menggendong anaknya.       Mereka berhasil selamat, tetapi tak lama kemudian, monster tumbuhan menculik si anak. Sang ayah menemukannya di sebuah gedung lantai 2. Ketika dia hampir gagal, sekelompok tentara datang menolong mereka. Setelah monster itu mundur, kelompok tentara itu memberikan informasi tentang gelombang hijau global yang ak...

Resensi Tiga Bocah Konyol: Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" by Rudiyant

Saya kurang tahu apakah novel ini benar-benar bisa dibaca oleh anak-anak 8—12 tahun, dan mungkin atasnya lagi. Saya, kan, sudah lupa masa-masa itu, dan saya bukan ahli anak. Otak saya juga belum sejauh itu mengenal dunia anak usia itu. Baca saja deh resensi saya ini. A. Identitas Buku Judul : Tiga Bocah Konyol (novel petualangan anak jenius bin amburadul) Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" Penulis : Rudiyant Penerbit : EBOOKINDO Tahun Terbit : 2019 Tebal : 160 hlm. (136 hlm. isi, 2 hlm. profil penulis) Ukuran : 13 × 19 cm B. Isi Buku 1. Unsur Intrinsik Buku a. Tema : Petualangan, kebingungan, kehilangan, penculikan, dan percobaan pembunuhan Dari novel ini, saya belajar bahwa tidak semua penculik berhati buruk. Maksud saya, seseorang/sekelompok orang yang membawa orang/sesuatu tidak berniat menculik, tetapi karena ada hal tertentu yang membuat dia/mereka terpaksa melakukan hal itu. b. Tokoh : 1) Kosim : Ketua tiga bocah konyol, cerdas, bocah konyol terganteng, nakal 2)...

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...