Langsung ke konten utama

Sinopsis Doraemon the movie: Petualangan Nobita yang Penuh Misteri di Hutan Afrika

 

Gambar: Facebook Backpacker Indonesia


"Misteri dapat ditemukan jika dicari." - Nobita


Suatu hari ada seekor anjing putih berkalung zamrub. Ia mampu mengusir anjing yang sebelumnya menggonggong kepadanya. 

Pada suatu pagi Giant dan Suneo ingin menjelajahi tempat misteri. Mereka mengancam Nobita agar mau membawa mereka ke tempat itu. Nobita pun meminta tolong kepada Doraemon. Awalnya Doraemon menolak. Namun, setelah ia menemukan koin, Nobita meyakinkannya tentang tempat misteri. Dengan alat Doraemon, mereka berdua mencari tempat misteri. Tidak lama kemudian, Doraemon mendapatkan ide, ini juga berkat Nobita. Saat sedang merealisasikannya, tiba-tiba ibu Nobita meminta Nobita belanja. Di tengah jalan, Nobita bertemu anjing putih berkalung zamrud. Ia terus menahan diri untuk tidak membawa anjing itu. 

Saat baru saja keluar dari toko, Nobita kembali masuk ke toko. Di tempat anjing tadi, ia memberikan makanan kepada anjing. Saat pulang dan masuk kamar, tiba-tiba anjing itu ada di depan kamarnya. Nobita dan Doraemon buru-buru menyembunyikan anjing itu ketika ibu Nobita hendak ke kamar Nobita. Ternyata ibu Nobita mencari tas. 

Saat ibu Nobita memikirkan di mana tasnya jatuh, anjing putih berkalung zamrud membantu mereka. Akhirnya ketemu. Sebagai ucapan terima kasih, ibu Nobita mengizinkan anjing itu tinggal di rumah. 

Ayah Nobita sempat marah karena membawa anjing yang dinamai Peko ke rumah, karena ia pikir istrinya akan marah. 

Nobita pingsan saat mendengar berapa jumlah foto yang diambil untuk mengetahui sabana Afrika. Setelah siuman, ia dan Doraemon kaget dengan kamarnya yang penuh dengan foto. Tidak lama kemudian, Peko menangkap gambar yang keluar dari alat Doraemon. Doraemon mengambil alih foto itu kemudian memperbesarnya. Setelah bertanya kepada teman sekelas Nobita yang terkenal pintar, ternyata itu adalah foto hutan Afrika yang tertutup kabut.

Nobita, Doraemon, Giant, Suneo, Sesuka, dan Peko berkumpul di tempat bermain. Mereka berencana ke hutan Afrika yang tertutup kabut. Setelah berjalan beberapa meter di hutan, mereka merasa bosan. Saat masih menelusuri hutan, Nobita teringat bahwa kertas ulangannya masih berada di atas meja. Setelah pulang dan kembali, ia dan teman-temannya melanjutkan perjalanan. Kemudian, Sesuka meminta Doraemon mengeluarkan Pintu ke Mana Saja. Hal ini membuat Giant makin kesal.

Saat lapar, Doraemon mengeluarkan alat ajaibnya. Saat makan di atas pohon, Peko menunjukkan sesuatu, sebuah gunung. Di sekitar gunung itu ada kabut tebal. Setelah diperhatikan baik-baik, di sanalah tempat yang mereka cari, hutan Afrika yang tertutup kabut. 

Nobita dkk. melanjutkan perjalanan lagi. Di tengah perjalanan, Doraemon memberi Kain Pemancing Hewan Buas ke Giant secara diam-diam. Pertama, Giant dikejar macan tutul. Kedua, ia menarik ular raksasa yang dikiranya .... Ia sempat dililit. Ketiga, ia dikejar badak. Keempat, ia dikejar gorila. Dengan alat Doraemon dan bantuan teman-temannya, ia selamat. 

Sepulang dari hutan, Giant merasa sangat kesal karena petualangannya kurang menyenangkan. Saat mau tidur, tiba-tiba muncul roh Patung Dewa. Roh Patung Dewa memberi tahu rahasia bahwa di hutan Afrika yang tertutup kabut ada harta karun. 

Paginya, Giant memberi tahu teman-temannya tentang hartu karun di hutan Afrika yang tertutup kabut. Petualangannya dengan teman-temannya pun dimulai kembali. Sebelum itu, Giant menyimpan alat-alat canggih Doraemon agar petulangannya jadi lebih menantang.

Kali ini mereka naik kapal, menyelusuri sungai besar. Di tengah perjalanan, ada beberapa ekor buaya yang mendekati mereka. Kemudian, kapal mereka menabrak batu di tengah sungai. Terpaksa mereka menghadapi buaya-buaya itu.

Saat terjebak, Doraemon mengeluarkan Pintu ke Mana Saja. Sayangnya, hanya tinggal gagangnya saja. Tiba-tiba dengan berani Peko melawan buaya-buaya itu. Saat terdesak, beberapa tombak meluncur ke hewan-hewan buas itu. 

Malamnya, Nobita dkk. dan warga di sana membuat api unggun. Saat sedang membicarakan tentang hutan Afrika yang tertutup kabut, penduduk di sana memberi tahu bahwa Nobita dkk. perlu mengorbankan tiga nyawa. Makanya siapa pun dilarang untuk pergi ke sana. Jika nekat, mereka harus pergi. Kalau tidak .... 

Nobita dkk. memilih tetap ke sana. Di tengah perjalanan, mereka bertemu sekumpulan gajah yang jinak. Tidak lama kemudian, mereka menjadi incaran singa. Peko dan Giant memancing singa-singa itu agar Nobita dan yang lainnya selamat. Saat terdesak, tiba-tiba roh Patung Dewa membantu Giant. 

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan. Sesampainya di lembah, Doraemon menanyakan siapa yang mau berkorban untuk mengecek lembah itu. Dengan sukarela, Giant mau melakukannya. Tiba-tiba alat Doraemon rusak, membuat Giant jatuh. Doraemon dkk. pun menyusul Giant dengan alat Doraemon. 

Sesampainya di depan gua, sebuah roh putih menyerang mereka. Dengan berani, Giant melawan roh putih itu. Suneo pun teringat sesuatu dan menjelaskannya kepada teman-temannya. Kemudian, tiba-tiba Peko bisa bicara dan berdiri. Setelah menjelaskan tentang dirinya, ia menjelaskan tentang roh Patung Dewa. 

Sambil melanjutkan perjalanan, Peko kembali menjelaskan tentang kerajaannya yang kini sedang dalam bahaya. Baru saja sampai di sebuah kerajaan, mereka bertemu tentara anjing. Untungnya mereka cepat-cepat bersembunyi. Lalu, Peko menjelaskan tentang pemimpin tentara itu. Sesampainya di istana, suasananya sepi. Peko pun kembali menjelaskan alasannya. 


Saat dalam perjalanan ke Patung Dewa, Doraemon memberi Nobita Pedang Ajaib, yang lainnya tetap melanjutkan perjalanan. Di tempat hati Patung, mereka berusaha memutar hatinya. Sementara itu, Doraemon dkk. di masa depan membantu melawan tentara anjing di luar Patung. 

Saat Patung mulai runtuh, Nobita menyusul teman-temannya. Patung pun jadi hidup dan melawan tentara anjing. Hal yang paling menegangkan adalah saat sang Patung tumbang. 

Di istana, tunangan Peko dalam bahaya. Bahaya apa sih yang mengancamnya? Apa Doraemon dkk. dapat menolongnya? Jika tidak, apa yang terjadi? Anda bisa menemukan jawabannya dengan menonton filmnya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komik First Love Decoration! by Mikuri Hanaboshi

       Buku komik Love Decoration! ini berasal dari Jepang dengan judul aslinya Hatsukoi Decoration!, yang diterbitkan oleh Shogakukan. Sementara itu, terjemahan Bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2023.        Komik terjemahan ini merupakan komik perempuan yang ditujukan untuk umur 15+. Untuk harganya sendiri, di Pulau Jawa dipatok sebesar Rp45.000. Ketebalannya mencapai 161 halaman, dari judul pertama sampai halaman tamat. Warnanya hitam putih.         Komik karya Mikuri Hanaboshi ini termasuk komik debut. Biasanya karya debut menjadi penentu apakah penikmatnya menyukai pekaryanya atau tidak. Jika sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, berarti komik ini termasuk komik yang bagus, apalagi penerbitnya adalah Elex.         Komik debut ini bukan komik dengan satu cerita atau komik seri, melainkan komik yang terdiri dari tiga cerita yang berdiri sendiri. Judul-judul...

Resensi Resolusiku by @edi_akhiles

Buku ini adalah buku remaja religi pertama karya @edi_akhiles. A. Identitas Buku Judul : Resolusiku Penulis : @edi_akhiles Penerbit : DIVA Press Kota terbit : Banguntapan, Yogyakarta Tahun terbit : (April) 2014 Tebal : 212 hlm. Ukuran : 13 × 19 cm Kategori : Nonfiksi religi B. Isi Buku Ada alasan mengapa penulis memberikan judul seperti itu, lalu di bawahnya terdapat keterangan bahwa buku ini berisi kisah-kisah islami. Resolusi yang dimaksud penulis adalah janji, komitmen, dan cita-cita. Penulis memberikan contoh resolusi yang top-markotop bagi muslim/muslimah.  Penentuan resolusi berawal dari proses evaluasi atau intropeksi diri. Penulis menyajikan beberapa kisah islami di buku ini dengan maksud agar pembaca bisa menjadikannya sebagai alat untuk membuat itu. Sumber kisah-kisahnya dari kitab-kitab salaf yang sangat masyur, antara lain Multaqatul Hikayat, Al-Bidayah wan Nihayah, dan Ushfuriyah. Isi bukunya dapat dilihat dari blurb dan daftar isi berikut ini. Buku ini ditujukan untuk...

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...