Langsung ke konten utama

Sinopsis Spongebob the movie: Halloween


Spongebob menghias rumahnya dengan kesan lucu ketika hari Hallowen. Saat bertemu dengan Patrick, dia bilang bahwa dia takut hantu, termasuk hantu bohongan. Kemudian, sahabat dekatnya tersebut menghiburnya bahwa menakutkan itu menggelikan. Sejak itu Spongebob selalu tertawa saat berkunjung ke tempat kerjanya sudah sudah dihias seseram mungkin dengan motif Plankton. Dia juga tertawa saat memasuki rumah Plankton yang dihias sedemikian rupa seperti Restoran Krabby Patty, tetapi dengan kesan horor. Hal itu berbeda dengan Patrick, bintang star ini merasa ketakutan, apalagi di rumah Plankton. 

Spongebob dan Patrick juga mampir ke rumah Sandy. Seperti Restoran Krabby Patty dan rumah Plankton, Sandy juga membuat rumahnya terlihat horor. Yang paling horor adalah robot seram yang diciptakannya sendiri. Awalnya Spongebob dan Patrick ketakutan. Namun, kemudian Spongebob mengeluarkan suara tertawanya. 

Di tempat Playing Dasmen, makhluk hantu dengan wujud bajak laut ini merasa senang melihat orang-orang pada ketakutan. Dia sempat menakuti seorang anak di Bikini Bottom. Namun, kemudian dia terusik dengan suara tawa seorang anak lain. Tidak lain dan tidak bukan adalah Spongebob Squarpant. 

Saat menemui Spongebob dan Patrick, Playing Dasmen menawari mereka wisata hantu. Spongebob sangat bersemangat, hingga bertanya apakah boleh bawa teman. Setelah Playing Dasmen menjawab boleh, dia membuat kereta dan papan ke kapalnya. Sebelum pergi, Patrick sudah ketakutan. Makin lama, rasanya takutnya makin besar. 

Karena pertunjukannya tidak membuat Spongebob ketakutan, tetapi malah membuatnya makin senang, Playing Dasmen mengambil jiwa teman-teman Spongebob, termasuk Gery. Awalnya Spongebob merasa bahagia karena jiwa mereka mirip dengan teman-temannya. Namun, saat bertemu jiwa Patrick, Patrick memberi tahu bahwa ada saatnya takut dan ada saatnya tertawa. Kemudian, Spongebob mencoba mengecek tubuh Patrick yang ada di sampingnya, memastikan bahwa Patrick tidak kenapa-kenapa. Dia ketakutan manakala Patrick tidak bernyawa. Dia juga mengubah kata-kata yang sebelumnya "menakutkan" sama dengan "luci" jadi "aaakkkhhh!!!" Tubuhnya dia bawa lari sekencang-kencangnya. 

Saat jiwa teman-teman Spongebob hendak dibakar, robot Sandy datang untuk menyelamatkan mereka. Mereka selamat, tetapi robot Sandy malah menghantam tembok. Hancur sudah robot Sandy. Ternyata Spongebob yang mengendalikan robot itu. Namun, sekarang kondisinya sungguh mengenaskan. 

Kemudian, Plankton memberi tahu Playing Dasmen bahwa otak Spongebob sangat menyeramkan, lebih menyeramkan daripada rancangan Playing Dasmen tadi. Karena tidak percaya, Playing Dasmen pun mengecilkan tubuh lalu masuk ke otak Spongebob. Dia berkeliling-keliling ke isi otak Spongebob. Saat Spongebob sadar, koki Restoran Krabby Patty memutar bola matanya ke dalam otaknya. Dia bertanya apakah Playing Dasmen merasa ketakutan. Playing Dasmen bilang tidak, tetapi di hatinya sangat merasa ketakutan. 

Lalu, Spongebob membuat rancangan di isi otaknya untuk Playing Dasmen. Rancangan ini membuat Playing Dasmen mengaku dirinya takut, dan kabur begitu saja.


Ingat, menakutkan kadang-kadang memang menakutkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Film Mulai Ulang Bumi

  Foto: YouTube/Q1Q2 Movie Channel Indonesia    Film "Mulai Ulang Bumi" merupakan film fiksi ilmiah (scifi) terjemahan dengan durasi 01:29:16. Film ini menceritakan tentang tumbuhan yang berubah jadi monster. Waktu berlalu hingga peradaban manusia menjadi kacau. Suatu sore ada seorang anak perempuan menemukan anjing peliharaannya. Ayahnya mengatakan bahwa itu bukan anjing mereka. Ketika anjingnya lari, si anak mengejarnya.    Monster tumbuhan aktif pada malam hari. Ketika sang ayah berhasil menemukan anaknya, monster tumbuhan ada di dekat anaknya dan mulai menyerang mereka. Sang ayah pun berusaha kabur dengan menggendong anaknya.       Mereka berhasil selamat, tetapi tak lama kemudian, monster tumbuhan menculik si anak. Sang ayah menemukannya di sebuah gedung lantai 2. Ketika dia hampir gagal, sekelompok tentara datang menolong mereka. Setelah monster itu mundur, kelompok tentara itu memberikan informasi tentang gelombang hijau global yang ak...

Resensi Tiga Bocah Konyol: Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" by Rudiyant

Saya kurang tahu apakah novel ini benar-benar bisa dibaca oleh anak-anak 8—12 tahun, dan mungkin atasnya lagi. Saya, kan, sudah lupa masa-masa itu, dan saya bukan ahli anak. Otak saya juga belum sejauh itu mengenal dunia anak usia itu. Baca saja deh resensi saya ini. A. Identitas Buku Judul : Tiga Bocah Konyol (novel petualangan anak jenius bin amburadul) Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" Penulis : Rudiyant Penerbit : EBOOKINDO Tahun Terbit : 2019 Tebal : 160 hlm. (136 hlm. isi, 2 hlm. profil penulis) Ukuran : 13 × 19 cm B. Isi Buku 1. Unsur Intrinsik Buku a. Tema : Petualangan, kebingungan, kehilangan, penculikan, dan percobaan pembunuhan Dari novel ini, saya belajar bahwa tidak semua penculik berhati buruk. Maksud saya, seseorang/sekelompok orang yang membawa orang/sesuatu tidak berniat menculik, tetapi karena ada hal tertentu yang membuat dia/mereka terpaksa melakukan hal itu. b. Tokoh : 1) Kosim : Ketua tiga bocah konyol, cerdas, bocah konyol terganteng, nakal 2)...

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...