Langsung ke konten utama

Resep Sayur Beligo Santan

Ini buah beligonya yang belum dikupas.

Bagi yang belum tahu, kulit beligo yang sudah matang warnanya hijau, sedangkan dagingnya putih, mirip japan/labu siam. Tapi aku lebih suka japan, dagingnya lebih mulus, halus, kinclong, sedangkan daging blinggo terlihat seperti sponge. Tapi memasak beligo lebih cepat empuk/matang. 

1. Siapkan bahan-bahannya. 

- Blinggo ½ buah

- Tahu 6 buah

- Kelapa ½ batok atau santan instan 1 sachet

- Air 1 teko

- Kunir/kunyit 1 jari

- Bawang merah 3 buah (ukuran sedang)

- Bawang putih 3 buah (ukuran sedang)

- Merica 15 buah

- Ketumbar 45 buah

- Kemiri 1 buah

- Minyak goreng 3 sdm

- Garam

- Gula merah 

2. Kupas blinggo dan buang bijinya. 

3. Cungkil kelapa dari batoknya.

4. Kupas kunir, bawang merah, dan bawang putih.

5. Cuci blinggo, kelapa, kunir, bawang merah, bawang putih, dan tahu.

6. Potong-potong blinggo dan tahu.

7. Lembutkan merica, ketumbar, kemiri, kunir, bawang merah, dan bawang putih. 

8. Parut kelapa, campur dengan air ⅓ teko (diremas-remas), lalu saring.

9. Panaskan minyak goreng, lalu tumis bumbu (no. 7).

10. Setelah bumbu tercium harum dan berubah warna jadi kuning kecokelatan, masukkan air (⅔ teko), garam, dan gula merah. 

11. Setelah mendidih, masukkan blinggo, tahu, dan santan. Aduk pelan-pelan sampai mendidih. 

12. Setelah mendidih, kecilkan api dan cicipi kuahnya. Jika kurang asin, tambah garam. Begitu seterusnya sampai terasa pas rasanya. Terakhir, matikan kompor. Seperti kataku sebelumnya, blinggo lebih cepat matang/empuk.

Resep ini juga saya unggah di IG poetree.malu dengan judul Resep Sayur Blinggo. Maaf ya, ejaannya kurang tepat pas membuat konten. Selain itu, saya juga sudah mengunggahnya di YouTube putrimaria9037 dengan judul Resep Sayur Beligo Tahu Santan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komik First Love Decoration! by Mikuri Hanaboshi

       Buku komik Love Decoration! ini berasal dari Jepang dengan judul aslinya Hatsukoi Decoration!, yang diterbitkan oleh Shogakukan. Sementara itu, terjemahan Bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2023.        Komik terjemahan ini merupakan komik perempuan yang ditujukan untuk umur 15+. Untuk harganya sendiri, di Pulau Jawa dipatok sebesar Rp45.000. Ketebalannya mencapai 161 halaman, dari judul pertama sampai halaman tamat. Warnanya hitam putih.         Komik karya Mikuri Hanaboshi ini termasuk komik debut. Biasanya karya debut menjadi penentu apakah penikmatnya menyukai pekaryanya atau tidak. Jika sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, berarti komik ini termasuk komik yang bagus, apalagi penerbitnya adalah Elex.         Komik debut ini bukan komik dengan satu cerita atau komik seri, melainkan komik yang terdiri dari tiga cerita yang berdiri sendiri. Judul-judul...

Resensi Resolusiku by @edi_akhiles

Buku ini adalah buku remaja religi pertama karya @edi_akhiles. A. Identitas Buku Judul : Resolusiku Penulis : @edi_akhiles Penerbit : DIVA Press Kota terbit : Banguntapan, Yogyakarta Tahun terbit : (April) 2014 Tebal : 212 hlm. Ukuran : 13 × 19 cm Kategori : Nonfiksi religi B. Isi Buku Ada alasan mengapa penulis memberikan judul seperti itu, lalu di bawahnya terdapat keterangan bahwa buku ini berisi kisah-kisah islami. Resolusi yang dimaksud penulis adalah janji, komitmen, dan cita-cita. Penulis memberikan contoh resolusi yang top-markotop bagi muslim/muslimah.  Penentuan resolusi berawal dari proses evaluasi atau intropeksi diri. Penulis menyajikan beberapa kisah islami di buku ini dengan maksud agar pembaca bisa menjadikannya sebagai alat untuk membuat itu. Sumber kisah-kisahnya dari kitab-kitab salaf yang sangat masyur, antara lain Multaqatul Hikayat, Al-Bidayah wan Nihayah, dan Ushfuriyah. Isi bukunya dapat dilihat dari blurb dan daftar isi berikut ini. Buku ini ditujukan untuk...

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...