Langsung ke konten utama

Resensi Me, Mum & Mistery "Detektif Dadakan" by Lucia Vaccarino

A. Identitas Buku

Judul : Me, Mum & Mistery: Detektif Dadakan

Penulis : Lucia Vaccarino

Penerbit : Bhuana Sastra (Imprint PT. BIP)

Kota terbit : Jakarta

Tahun terbit : 2014

Tebal : 236 hlm. (226 hlm. isi)

Ukuran : 13 × 19 cm

Warna kertas : Krem

Original title Me, Mum & Mystery: Detective per caso

© 2013 Atlantyca Dreamfarm S.r.I., Italy

International rights © Atlantyca S.p.A., Via Leopardi 8 - 20123 Milano, Italy

B. Blurb

C. Daftar Isi

D. Kutipan

"Serial televisi mengajari satu hal mendasar: tidak ada satu pun tempat perkara yang tidak memiliki jejak." (hlm. 17)

"Hantu adalah penjelasan yang rasional. Mereka adalah roh orang-orang menderita yang tak berhasil melewati ruangan hidup abadi karena memiliki hal penting yang harus diselesaikan. Hatu-hantu ini, kalau mereka begitu tegang, pasti berusaha menyampaikan pesan kepada seseorang." ~ Roxi (hlm. 114)

"Tidak mudah menjadi detektif." (hlm. 141)

Kutipan lainnya saya unggah di Twitter saya (Poetree Malu). Anda bisa mencarinya dengan #MeMumMysteryDetektifDadakan.

E. Unsur-Unsur Instrinsik

Subgenre : Detektif, teenlit, horor

Tema : Petualangan, Perjuangan, Keluarga

Tokoh-tokohnya :

1. Emily Wright: suka memecahkan misteri, pewaris pondok Orville & tanggung jawab yang takjelas

2. Linda: ibu Emily, single parent yang sibuk

3. Mr & Mrs Trelawney: tetangga Emily & ibunya yang berisik

4. Ms Kroupp : pengasuh Emily

5. Orville: paman kesayangan ayah Emily, kolektor kumis, eksentrik

6. Jamie: teman baru Emily, suka bersepeda

7. Roxi Flint: penjaga konter, memiliki obsesi pada hal-hal supernatural

8. Matthew: warga Blossom Creek

9. Percy: kucing Orville

10. Petula Pettigrew: pekerja di Sherrington Lodge, saksi kejadian di Sherrington Lodge sejak tiga bulan lalu

11. Phil: Montir

12. Appleby: kepala pelayan di Sherrington Lodge, menyambut Emily & ibunya tak bersahabat

13. Mr Thevor Sherrington (Tuan Besar): pemilik Sherrington Lodge

14. Kate Babcock: manajer perumahan mewah, pernah menanyakan apakah Tuan Besar akan menjual Sherrington Lodge

15. Chester Sherrington: paman Mr Thevor Sherrington

16. Peggotty Mulberry: nenek Jamie, dokter

17. Gwen: adik bungsu Mr Thevor Sherrington

18. Caroline Sherrington: bibi Mr Thevor Sherrington yang meninggal 40 tahun lalu

Setting tempat : London

POV : POV 3

F. Sampel Cerita

G. Sinopsis

Emily Wright mendapat amplop. Lalu, ibunya (Linda) menerima telepon, disusul tetangga mereka berteriak keras. Emily memberi tahu ibunya bahwa 'dia' (Mr/Mrs Trelawney) akan mencekik dan menurutnya, orang itu tidak main-main. Ibunya tidak menganggapnya serius, lalu pamit pergi ke kantor karena ada keadaan darurat. 

Setelah ibu Emily pergi, anaknya mendengar suara raungan lalu sesuatu yang berat diseret. Ms Kroupp (pengasuh Emily) datang sebelum Emily melihat Mr/Mrs Trelawney. Beberapa menit kemudian, ibu Emily mengabarkan kepada anaknya bahwa dirinya akan pulang larut malam. Emily kecewa, lalu pergi ke apartemen Mr & Mrs Trelawney secara diam-diam. 

Tiga bulan lalu, Emily berhasil menuntaskan kasus maling koran. Sekarang dia mengamati apartemen Mr & Mrs Trelawney dengan kamera. Namun, Mrs Trelawney memergokinya, lalu berteriak marah. Dia menuduh Emily mencuri, lalu meminta ganti rugi kepada ibu Emily. 

Sebelum Emily ditangkap, Emily menuduh Mrs Trelawney membunuh suaminya. Tiba-tiba Mr Trelawney datang. Setelah Emily dan ibunya berjanji untuk tidak mengurusi mereka lagi, Ms Kroupp resign. Namun, siapa sangka kesalahan itu tidak membuat ibu Emily memarahi anaknya.

Keesokannya, Emily bangun kesiangan. Entah kenapa ibunya tidak membangunkannya. Saat makan, ibu Emily memberi tahu anaknya bahwa dirinya dipecat. 

Keesokannya, Emily dan ibunya membuka surat yang kemarin lusa Emily terima. Dalam surat itu, Orville (paman kesayangan ayah Emily) mewariskan harta satu-satunya (pondok di Blossom Creek, Kent) dan sebuah tanggung jawab yang tidak dijelaskan secara rinci. Orville memang orang yang aneh. 

Dengan mobil, Emily dan ibunya menemukan Desa Blossom Creek. Seseorang yang bersepeda menabrak mobil mereka yang berhenti, sampai orang itu terlempar. Setelah keadaannya diperiksa ibu Emily, Jamie—remaja laki-laki itu—memberi tahu pusat perbelanjaan, lalu pergi. 

Di pusat perbelanjaan, Emily dan ibunya mengajak Roxi Flint bicara. Lalu, Roxi mengantar mereka ke pondok Orville yang sekarang sudah menjadi pondok Emily. Setelah sampai di tempat tujuan, dia memberikan nomor teleponnya lalu balik, sedangkan Emily dan ibunya menelusuri pondok itu. 

Setelah melihat-lihat pondok Emily, ibu Emily tidak mau pindah ke sana, berbeda dengan anaknya. Saat ibu Emily menerima tamu, anaknya menemukan kunci misterius. Setelah Matthew menyerahkan Percy (kucing Orville), Emily tahu bahwa ibunya menyukai laki-laki itu. Padahal laki-laki itu adalah kakak Roxi dan suami Flora. Lalu, Emily menunjukkan kunci misterius yang ditemukannya. 

Saat Emily mencoba memecahkan misteri kunci itu, dia melihat Jamie melompati pagar pondoknya. Jamie pun menjelaskan bahwa dirinya penasaran dengan suara yang dia dengar dari pondoknya. 

Saat Emily menyusul ibunya masuk pondoknya, dia membalik papan yang tertulis "tutup" di pintu masuk. Remaja perempuan itu salah paham dengan tulisan tersebut.

Keesokannya, Petula Pettigrew (pekerja di Sherrington Lodge yang terkenal sebagai rumah berhantu dan sempat dilihat Emily dan ibunya saat ke pondok Emily) bertamu ke pondok Emily. Wanita itu bercerita tentang kejadian di Sherrington Lodge sejak tiga bulan lalu. Setelah bercerita panjang, dia baru tahu tujuan sebenarnya Emily dan ibunya ke pondok itu. 

Ibu Emily tidak mengizinkan anaknya menjadi agen investigasi Wright. Saat mereka hendak pulang, mobil mereka mogok. Phil memberi tahu bahwa mereka harus mengganti sebuah komponennya. Dia bisa memesankan, tetapi kedatangannya akan memakan waktu beberapa hari, itu pun jika mereka beruntung. Lalu, Roxi mengundang mereka malam malam bersama Matthew. 

Hari ini Emily dan ibunya pergi ke Sherrington Lodge. Kepala pelayan (Appleby) menyambut mereka dengan tak bersahabat. Lalu, Mr Thevor Sherrington (Tuan Besar) menuntun Emily dan ibunya sambil bercerita tentang sejarah keluarga Sherrington dan keberadaan arwahnya. Saat mereka bertiga saling bicara, sebuah kejadian magis mengejutkan mereka. Appleby datang dengan pandangan bengis kepada Emily dan ibunya. Lalu, Ms Pettigrew memperkenalkan Emily dan ibunya kepada Tuan Besar. 

Setelah Emily dan ibunya mendengar cerita dan mendapat info dari Tuan Besar, Tuan Besar meminta Appleby mengantar mereka balik. Diam-diam Ms Pettigrew menceritakan tentang kolega lama Tuan Besar yang hampir membuat Tuan Besar kehilangan seluruh warisannya. Dia juga memberi tahu tentang perempuan berambut pirang dari agensi perumahan mewah London yang menanyakan apakah Tuan Besar ingin menjual propertinya. 

Setelah ibu Emily bercerita tentang kehidupannya dan anaknya kepada Roxi dan Matthew saat mereka berempat makan malam bersama, percakapan mereka tanpa sengaja beralih pada kejadian di Sherrington Lodge. Lalu, Roxi memberi jimat kepada Emily dan ibunya. Setelah itu, mereka berempat mencari tahu cara berkomunikasi dengan roh. Akhirnya, Emily menunjukkan wajah manajer agensi perumahan mewah berambut pirang (Kate Babcock) yang dicarinya di internet.

Setelah dua wisatawan marah kepada Tuan Besar, Tuan besar meminta bantuan Emily dan ibunya atas masalah hantu di rumahnya. 

Dalam mencoba mengatasi masalah hantu di rumah Tuan Besar, Roxi memimpin ritual berkomunikasi dengan roh. Chester Sherrington (paman Tuan Besar) meminta Tuan Besar pergi dari rumah itu karena hidupnya dalam bahaya. Setelah Tuan Besar mengakhiri ritualnya, tiba-tiba lukisan wajah Chester jatuh. Lalu, Matthew memperhatikan foto murid-murid sekolah menengah. Dia mengenal tiga murid yang ada di sana. Tuan Besar dan tiga murid lainnya tampak menonjol. Menurut Emily, kejadian lukisan jatuh adalah sandiwara, dan dia menduga bahwa Appleby adalah tersangka utama. 

Keesokannya, Emily ikut ibunya ke London. Setelah ibunya mengantarnya ke toko, diam-diam dia pergi ke Phoenix Luxury Estate. Hampir saja dia tidak bisa menemui Mrs Babcock. Kata Mrs Babcock, ada seorang perempuan tua yang menanyakan tentang Sherrington Lodge. 

Emily dan ibunya mengambil barang-barang di apartemen sebelum kembali ke pondok Emily. Dalam perjalanan ke pondok, Emily bercerita kepada ibunya tentang hal yang dilakukannya tadi. Lalu, mereka bertemu Jamie dan neneknya (Peggotty Mulberry), dokter di Blossom Creek. Sesampainya di pondok Emily, Matthew menunggu mereka untuk mengajak ibu Emily jalan-jalan nanti malam. 

Ternyata Matthew membawa Emily dan ibunya ke pesta dansa 40-an tahun ke atas. Lalu, nenek Jamie menemui mereka, disusul Albert Temple dan Fred Molloy. Albert dan Fred bersedia membantu Emily dan ibunya menyelidiki kasus hantu di Sherrington Lodge. Lalu, mereka membicarakan tentang keluarga Sherrington yang suka murung, kecuali Gwen (adik bungsu Tuan Besar) yang pergi beberapa tahun lalu.

Keesokannya, Emily bangun lebih awal, tetapi dengan mood buruk. Dia ke tempat Roxi, lalu bertemu Jamie dan neneknya. Setelah nenek Jamie berbicara singkat dengan Emily, nenek Jamie meninggalkan cucunya dan Emily agar kedua remaja itu dapat menyelidiki kasus hantu di Sherrington Lodge bersama.

Di jalan, Emily mengajak Jamie bersembunyi saat dirinya melihat Appleby keluar dari toko peralatan berburu dan memancing. Lalu, mereka membuntuti Appleby dengan sepeda Jemie. Sesampainya di kaki bukit berhutan, mereka lewat jalan pintas. Di tempat persembunyian, mereka melihat Appleby dan seorang perempuan 60-an tahun berbicara tentang kedatangan detektif dari London. Emily tidak lupa memotret mereka. 

Di pondok Emily, Emily dan Jamie mendengar ibu Emily bertelepon dengan seseorang bahwa dirinya akan mengadakan makan malam malam bersama Roxi, Matthew, nenek Jamie, Albert, dan Fred. Lalu, Emily menunjukkan foto yang dijepretnya kepada ibunya. Saat Ms Pettigrew diundang ke pondok lalu ditunjukkan foto itu, Ms Pettigrew memberi tahu bahwa dia adalah Caroline Sherrington, bibi Tuan Besar yang meninggal 40 tahun lalu.

Setelah makan malam, Emily dkk. membicarakan tentang kasus hantu di Sherrington Lodge. Saat Emily menunjukkan foto yang dijepretnya, Albert pamit pergi dan meminta mereka menunggu. Dia datang kembali dan mengaku sering melihat perempuan 60-an tahun itu, tetapi tidak pernah berbicara dan bertemu langsung. Perempuan itu adalah Keira Swanson, penulis buku novel misteri yang terkenal. Wajah di sampul belakang sama dengan wajah yang ditunjukkan Emily. 

Suatu hari diam-diam Ms Pettigrew membawa Emily dan ibunya masuk Sherrington Lodge. Setelah memeriksa perpustakaan, ibu Emily meminta Ms Pettigrew bekerja sama dengannya. 

Saat Appleby masuk ke perpustakaaan, dia melihat Emily dan ibunya. Setelah laki-laki itu membantah tuduhan Emily dan ibunya, muncul kejadian supernatural. Ibu Emily hilang, lalu arwah Caroline meneror Appleby. Akhirnya Appleby berkata jujur tentang kelakuannya selama ini.

Sebelumnya, karier Appleby terancam. Lalu, seseorang membantunya. 

Emily dan ibunya menceritakan kisah Appleby kepada orang-orang yang terlibat dalam penyelidikan kasus hantu di Sherrington Lodge. Lalu, Matthew mengantar Emily dan ibunya ke Resor Green Park. Di tempat itu, ibu Emily membuat keributan dengan Gwen. Lalu, dia dan anaknya pamit pergi. 

Pada sore hari, Gwen datang ke pondok Emily. Perempuan itu mau pulang saat diminta untuk menceritakan kisahnya tentang balas dendamnya dengan membuat Sherrington Lodge seolah-olah berhantu. Namun, akhirnya dia mau bercerita. Setelah itu, dia baru tahu ada Ms Penttigrew dan kakaknya di luar ruangan yang mengupingnya.

Suatu hari Phil memberi tahu Emily dan ibunya bahwa mobil mereka sudah selesai diperbaiki. Selama musim panas, ibu Emily memutuskan untuk tinggal di Blossom Creek. 

Matthew mengajak ibu Emily jalan-jalan. Oleh karena ada kesalahpahaman, dia memperkenalkan Flora kepada ibu Emily. Flora, anjingnya, mengejar Percy, hingga Percy tersudut di perpustakaan. Lalu, Emily, Linda, Matthew, dan Jamie menemukan papan kompartemen rahasia. Kunci misterius yang ditemukan Emily beberapa hari lalu kini terungkap. Mereka juga jadi tahu sifat keluarga Wright yang menurun pada Emily. Di tempat rahasia itu, Orville meninggalkan laporan tentang kasus-kasus paling penting yang berhasil dituntaskannya. 

H. Penilaian Buku

1. Kelebihan buku

a. Cover timbul

b. Terdapat gambar ilustrasi setiap bab, kecuali prolog & epilog

c. Halaman kosong dihias

d. Sebuah petualangan yang hebat untuk detektif pemula

2. Kekurangan buku

a. Tidak ada prakata atau kata pengantar

b. Oleh karena buku ini bersetting di London, bahasanya sedikit berbeda dengan novel lokal, misal tidak ada sapaan bu, pak, kak, dan nak.

c. Tidak ada keterangan buku terjemahan ini sampai seri berapa. Hanya ada keterangan gambar & blurb seri ke-2.

I. Profil Penulis

Lucia Vaccarino, lahir di Turin pada tahun 1981. Perempuan itu tinggal di dekat Milan. Rumahnya penuh buku dan kenangan. 

Lucia merupakan seorang ilmuan sabar dan memiliki banyak impian yang sangat membuatnya tidak ingin tinggal lama di rumah. Dia memiliki keluarga yang sedikit nomaden. 

Sejak umur enam tahun, Lucia mulai berhubungan dengan pekerjaan audiovisual, seperti mengembangkan animasi kartun. Saat novel ini terbit, perempuan itu merupakan seorang eksekutif produser. 

J. Kesimpulan

Me, Mum & Mystery merupakan buku novel terjemahan dari Italia. Detektif Dadakan adalah seri pertamanya. Seri ini menyelidiki kasus hantu di rumah Mr Thevor Sherrington, yang disebut Sherrington Lodge. Emily yang mendapat warisan pondok paman kesayangan ayahnya, tertarik dengan kasus itu, berbeda dengan ibunya. Namun, karena mobil mereka mogok, untuk sementara mereka tinggal di sana, walaupun mereka bisa pergi dengan kereta. Setelah kasus itu selesai, ibu Emily memutuskan untuk tinggal di sana selama musim panas.

Novel ini menarik. Setelah menyelesaikan dua kasus kecil, akhirnya Emily dapat menyelesaikan kasus besar bersama ibunya. Dengan orang yang tidak disukai Emily, Emily menemukan dalang kasus rumah berhantu itu. Padahal sebelumnya dia sudah putus asa. Gambar ilustrasi yang diberikan di setiap bab, kecuali prolog dan epilog, membantu saya dalam berimajinasi. Kita hanya perlu maklum jika seorang anak menyebut "kamu" atau "kau" kepada ibunya, karena setting-nya di London. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...

Resensi Resolusiku by @edi_akhiles

Buku ini adalah buku remaja religi pertama karya @edi_akhiles. A. Identitas Buku Judul : Resolusiku Penulis : @edi_akhiles Penerbit : DIVA Press Kota terbit : Banguntapan, Yogyakarta Tahun terbit : (April) 2014 Tebal : 212 hlm. Ukuran : 13 × 19 cm Kategori : Nonfiksi religi B. Isi Buku Ada alasan mengapa penulis memberikan judul seperti itu, lalu di bawahnya terdapat keterangan bahwa buku ini berisi kisah-kisah islami. Resolusi yang dimaksud penulis adalah janji, komitmen, dan cita-cita. Penulis memberikan contoh resolusi yang top-markotop bagi muslim/muslimah.  Penentuan resolusi berawal dari proses evaluasi atau intropeksi diri. Penulis menyajikan beberapa kisah islami di buku ini dengan maksud agar pembaca bisa menjadikannya sebagai alat untuk membuat itu. Sumber kisah-kisahnya dari kitab-kitab salaf yang sangat masyur, antara lain Multaqatul Hikayat, Al-Bidayah wan Nihayah, dan Ushfuriyah. Isi bukunya dapat dilihat dari blurb dan daftar isi berikut ini. Buku ini ditujukan untuk...

Resensi Tiga Bocah Konyol: Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" by Rudiyant

Saya kurang tahu apakah novel ini benar-benar bisa dibaca oleh anak-anak 8—12 tahun, dan mungkin atasnya lagi. Saya, kan, sudah lupa masa-masa itu, dan saya bukan ahli anak. Otak saya juga belum sejauh itu mengenal dunia anak usia itu. Baca saja deh resensi saya ini. A. Identitas Buku Judul : Tiga Bocah Konyol (novel petualangan anak jenius bin amburadul) Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" Penulis : Rudiyant Penerbit : EBOOKINDO Tahun Terbit : 2019 Tebal : 160 hlm. (136 hlm. isi, 2 hlm. profil penulis) Ukuran : 13 × 19 cm B. Isi Buku 1. Unsur Intrinsik Buku a. Tema : Petualangan, kebingungan, kehilangan, penculikan, dan percobaan pembunuhan Dari novel ini, saya belajar bahwa tidak semua penculik berhati buruk. Maksud saya, seseorang/sekelompok orang yang membawa orang/sesuatu tidak berniat menculik, tetapi karena ada hal tertentu yang membuat dia/mereka terpaksa melakukan hal itu. b. Tokoh : 1) Kosim : Ketua tiga bocah konyol, cerdas, bocah konyol terganteng, nakal 2)...