Langsung ke konten utama

Resensi IPS (Ikatan Pelajar Stres!) by Shienly

A. Identitas Buku

Judul : IPS (Ikatan Pelajar Stres!)

Subjudul : Sekolah bukan cuma tempat buat belajar, kan?

Penulis : Shienly

Penerbit : Media Pressindo

Tahun terbit : 2012

Kota terbit : Gejayan, Yogyakarta

Tebal : 164 hlm. (isi: 158 hlm.)

Ukuran : 11,5 × 18,5 cm

Warna kertas : Krem

B. Unsur-Unsur Intrinsik

1. Subgenre : Teenlit/Young Adult (SMA)

2. Tema : Hidup Mandiri, Perjuangan

3. Tokoh : 

1) Shienly

2) Winnie, Lia, Grace, Rency, Shianty, & Rachel: teman indekos Shienly

3) Ria, Dwi, dan Yohana: suram

4) ChibiAn

5) Wali kelas XI: gaul dan memanggil Shienly dkk. "Kawan"

6) Bu Tias: guru teladan

7) Pembantu indekos: killer

8) Geng Profesor, geng Tapir, dan geng Badak Bercula Satu

9) Made cs: menakutkan

10) Feli: seram

11) Nia, Khatrin, dan Jessica: sahabat-sahabat dekat Shienly kelas XI

12) Trio jenius: laki-laki semua

13) F4: pengacau

14) Vincent: kalem, tetapi tidak jauh dari F4

15) Mike: anak tergalau kelas XI

16) Aldo: pacar Feli

17) Orang tua angkat Shienly, Yohana, dan Lia

18) Bu Nancy: muda, cantik, baik, dan gaul 

19) Bimo: peramal tanda tangan

20) Guru-guru les Shienly

21) Pak Wisnu: baik dan suka gombal

22) Pak James: guru yang banyak salahnya

4. POV : POV 1 (gue-lo)

5. Setting : 

a. Setting tempat: Bandung, Yogyakarta, & Jakarta

b. Setting waktu: 2009—2012


C. Sinopsis

Shienly memiliki selera yang selalu berubah dan hobinya galau. Sekarang dia ngekos di Bandung. Dia orang asli Semarang, tetapi gede di Cilacap. Sekolahnya elit dan dekat indekos. Dia merasa nyaman meski kamarnya kecil, tak seperti kamar mandinya. Kamarnya juga dekat jemuran. Hal teraneh di kos adalah kucing liarnya banyak sekali. 

Teman pertama Shienly di indekos adalah Winnie. Lalu Lia, Grace, Rency, Shianty, dan Rachel. Karena teman-temannya memutuskan untuk berbicara dengan bahasa gaul, Shienly ingin ikut-ikutan. 

Saat MOS, kakak kelas pertama yang Shienly lihat seperti pecandu narkoba. Pada hari terakhir MOS, dia berkenalan dengan tiga orang suram, yaitu Ria, Dwi, dan Yohana. Keesokannya, Shienly duduk dengan Dwi si harimau. Saat wali kelas memperkenalkan diri, Shienly mengira nama wali kelasnya porno. Saat pertemuan pertama dengan Bu Tias, kelas Shienly sudah diisi dengan tugas. Saat Shienly hendak mencatat jadwal pelajaran, Yohana sudah nyolot.

Daripada enaknya, hidup Shienly lebih banyak nggak enaknya. Baru seminggu di Indekos, pembantu indekos pernah bikin Shienly terluka. Lalu, di sekolah, dia dirundung secara mental.

Teman indekos Shienly, Rachel, adalah teman bolosnya. Fisik Rachel sangar. Mereka bolos ketika Shienly dan guru mereka sama-sama PMS. Di kelas, teman-teman Shienly duduk berkelompok dengan geng-gengnya, termasuk geng Profesor. Awalnya Shienly mengira geng Profesor akan menggosip, ternyata mau bahas pelajaran.

FB Shienly penuh kealayan. Di sekolah, dia pernah dicap sebagai anak berandalan, begitu juga dengan Rachel. Namun, teman Shienly tersebut tidak mampu bertahan.

Saat naik kelas, Shienly masuk IPS, meski hasil psikotes menganjurkan untuk masuk IPA. Sohibnya, Yohana, masuk IPA. Geng Tapir dan geng Badak Bercula Satu di kelas sebelah, sedangkan Made cs sekelas dengan Shienly. Di kelas juga ada Shianty, tetapi perempuan tersebut sudah punya teman duduk. Akhirnya, Shienly duduk sendiri di depan perempuan-perempuan sadis. Wali kelas di kelas itu gaul dan menyapa Shienly dkk. "Kawan". 

Kelas Shienly absurd, begitu juga dengan pengurus kelasnya. Dua bulan kemudian, Feli si seram mengajak Shienly duduk bareng di belakang. Setelah teman sebangkunya tersebut keluar, dia akrab dengan Nia, Khatrin, dan Jessica. Di kelasnya ada trio jenius (laki-laki semua), F4 (anak-anak pengacau), Vincent (kalem, tetapi tidak jauh dari F4), dan Mike si galau gila.

Tidak lama berada di kelas XI, Feli dan Aldo yang pacaran keluar sekolah. Suatu hari Shienly lupa kalau jam pertamanya ulangan. Ketika berdoa sesekolah, Kepsek mengumumkan kabar duka teman sekelas Shienly yang seminggu ini izin sakit. Sejak saat itu kelas Shienly jadi terkenal. 

Pensi diadakan setiap tahun. Saat kelas X, pensi kelas Shienly menampilkan dance. Ketika kelas XI, pensi kelasnya unjuk gigi pom-pom boys. Shienly kebagian membawa make up. Dia membawa make up lama, terakhir digunakan untuk mendandani anjingnya. Ketika kelas XII, kelas Shienly dan kelas XII lainnya tidak bisa ikut pensi. Namun, sekolah mengundang band terkenal, dan saat hari pertama pensi, Shienly diminta menyanyi. 

Saat Shienly kelas XI, dia dan angkatannya mengadakan program live in di pinggiran Yogyakarta dekat Gunung Merapi. Saat itu gunung tersebut dalam status bahaya. Live in berkelompok dua-dua. Shienly mau sama siapa saja. Namun, ternyata dia berpasangan dengan Yohana. Dia merasa khawatir, bahkan sempat ingin kabur keluar kota agar temannya itu live in sendirian. 

Pada hari H, Shienly membawa barang paling banyak. Sebelum berangkat, Lia cerita bahwa pasangannya tidak bisa ikut. Shienly pun mengajaknya bergabung. Selama perjalanan, dia beberapa kali ditelepon orang tua, sedangkan Lia muntah hingga mengenai tas Shienly. 

Sesampainya di rumah orang tua angkat, tidak ada yang enak, kecuali orang tua angkat Shienly, Yohana, dan Lia baik. Yohana sempat protes saat tahu Lia sekelompok dengannya. Shienly dan Lia merasa kesal dengannya. Namun, pada hari berikutnya, mereka bertiga menjadi kelompok yang seru. Pada hari terakhir, Shienly diganggu oleh suara hewan-hewan ternak. Awalnya Shienly dan angkatannya akan wisata belanja. Namun, karena Yogyakarta sempat gempa dan masih hujan abu, mereka pulang. 

Saat re-treat (retret) kelas X, Shienly diledek oleh geng Tapir. Lalu, ketika kelas XII, re-treat-nya di Jakarta bersama satu kelas IPS lain dan satu kelas IPA. Kamar yang didapat Shienly horor, apalagi dia menjadi ketua kelompok. Pada hari ke-2, diadakan outbond. Anak-anak IPS melawan anak-anak IPA. 

Ketika Hari Valentine, Sesuai permintaan Anes, Bu Nancy tidak mengajak Anes dkk. belajar, tetapi diganti dengan sesuatu yang lebih menakutkan. Sekolah mereka unik, melarang orang-orang memberi cokelat dan kejutan yang aneh-aneh kepada orang lain. Pada bulan ini juga, Shienly sempat mengidap tipus.

Kelas Shienly, apalagi F4, pernah mengikuti permainan kereta kata yang sedang nge-tren saat itu. Pada hari-hari tertentu, mereka sengaja melakukan pelanggaran agar bisa tidak ikut pelajaran. Dari 28 siswa, pernah yang ikut pelajaran hanya 3, 6, dan 8. Ada guru yang dipanggil ChibiAn, sampai beliau menanyakan asal usul sebutan tersebut.

Karena penasaran, Shienly meminta Bimo meramal dirinya berdasarkan tanda tangan. Ketidakpercayaannya membuatnya memastikannya dengan bertanya kepada teman-temannya. 

Pada bab berikutnya, Shienly berbagi pengalaman memalukannya dan yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

Kejorokan guru les Shienly membuatnya tidak bisa mengerjakan tugas. Guru les ke-2 Shienly memintanya memanggilnya "Koko". Padahal umur beliau sudah kepala tiga. Akhirnya sikap beliau membuat Shienly udahan diajari olehnya. Saat diajar guru les ke-3, Shienly harus ke rumah beliau yang penuh anjing. Guru les ke-4-nya adalah seorang oma gaul. Lalu, Shienly mendapat guru les yang mirip teroris yang pernah dipenjara, mengingatkannya pada masa-masa sekolah di Cilacap. 

Kemudian, Shienly menceritakan guru-guru langkanya. Pak Wisnu yang baik, pernah membuat bioskop di kelas, dan suka gombal. Bu Bambang, guru tergalak. Pak Yosafat, guru belok dan mudah terpengaruh. Bu Semar, guru terharum. Pak James, guru yang banyak salahnya. Setelah itu, Shienly bagi tips sapaan ke guru agar asyik atau tidak kikuk. 

Pada bab selanjutnya, Shienly memaparkan hal-hal di sekitarnya, seperti kebiasaan orang-orang, fakta Indonesia, asal usul nama, persamaan sebutan bahasa gaul, penerjemahan bahasa, penamaan yang tidak cocok, motif seseorang mengikuti demo, table manner, dan tentang waria. 

Akhirnya, Shienly menutup kisah nyatanya dengan memberikan ulasan tentang bukunya ini dan up to date dirinya dkk. 

D. Penilaian Buku

Kelebihan buku:

1. Based true story,

2. Sampul depan timbul,

3. Isinya menghibur (lucu),

4. Layout bagus,

5. Sekolah Shienly adalah sekolah kota yang elit,

6. Meski sekolahnya sekolah Kristen, alur ceritanya sebelum re-treat (retret) tidak menunjukkan kekristenannya.

7. Shienly hidup mandiri (ngekos),

8. Teman-teman Shienly unik-unik dan guru-gurunya elok-elok,

9. Terdapat cerita live in dan re-treat (retret),

10. Shienly berbagi pengalaman memalukannya dan yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya,

11. Shienly berbagi pengalamannya dengan guru-guru lesnya,

12. Shienly berbagi hal-hal di sekitarnya, dan

13. Shienly memberi ulasan tentang bukunya ini dan up to date dirinya dkk.

Kekurangan buku:

1. Tidak ada prakata atau kata pengantar dan

2. Tidak ada profil penulis.

E. Profil Penulis

Nama lengkap : Angeline Shienly Sugiarto Putri

Nama panggilan : Shien, Lie, dan Cun-Cun

Tempat lahir : Semarang

Muka/wajah : Mirip Taylor Swift

Hobi saat SMA : Galau

Obsesi :

- Saat TK: film dan lagu India

- Saat SD: lagu dangdut koplo

- Saat SMP: film tentang pendekar yang naik elang ke mana-mana dan melawan naga raksasa

Twitter : SunShieenn

F. Kesimpulan

Novel ini menceritakan tentang kisah nyata penulis (Shienly) saat SMA, apalagi dia ngekos dan SMA-nya adalah sekolah kota yang elit. Saya sebagai alumni SMA desa merasa 'wah' saat membaca buku ini. Saya baru tahu bahwa SMA penulis merupakan sekolah Kristen saat penulis menceritakan tentang pengalaman re-treat-nya.

Banyak hal lucu di dalamnya. Untuk hal yang mengasyikkan, antara lain persahabatan penulis dengan teman-teman indekosnya dan teman-teman sekelasnya, acara pensi, program live ini, kebolosan penulis dkk., momen saat pelajaran, dan acara re-treat. Penulis tidak hanya baik, tetapi pernah menjadi korban bully, tidak punya teman sebangku, alay di FB, dan kehilangan teman baik yang mengajaknya menjadi teman sebangku.

Penulis punya pengalaman memalukan dan dia berbagi pengalaman memalukan yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Dia juga share pengalamannya dengan guru lesnya dan memperkenalkan beberapa gurunya. Lalu, dia share mengenai hal-hal di sekitarnya. Sebagai penutup, dia memberi ulasan tentang bukunya ini dan up to date teman-temannya. 

Oh ya, ada kutipan buku ini, tetapi di Twitterku (Poetree Malu). Biar lebih mudah, search #IPSikatanPelajarStres atau #IkatanPelajarStres.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...

Resensi Resolusiku by @edi_akhiles

Buku ini adalah buku remaja religi pertama karya @edi_akhiles. A. Identitas Buku Judul : Resolusiku Penulis : @edi_akhiles Penerbit : DIVA Press Kota terbit : Banguntapan, Yogyakarta Tahun terbit : (April) 2014 Tebal : 212 hlm. Ukuran : 13 × 19 cm Kategori : Nonfiksi religi B. Isi Buku Ada alasan mengapa penulis memberikan judul seperti itu, lalu di bawahnya terdapat keterangan bahwa buku ini berisi kisah-kisah islami. Resolusi yang dimaksud penulis adalah janji, komitmen, dan cita-cita. Penulis memberikan contoh resolusi yang top-markotop bagi muslim/muslimah.  Penentuan resolusi berawal dari proses evaluasi atau intropeksi diri. Penulis menyajikan beberapa kisah islami di buku ini dengan maksud agar pembaca bisa menjadikannya sebagai alat untuk membuat itu. Sumber kisah-kisahnya dari kitab-kitab salaf yang sangat masyur, antara lain Multaqatul Hikayat, Al-Bidayah wan Nihayah, dan Ushfuriyah. Isi bukunya dapat dilihat dari blurb dan daftar isi berikut ini. Buku ini ditujukan untuk...

Resensi Tiga Bocah Konyol: Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" by Rudiyant

Saya kurang tahu apakah novel ini benar-benar bisa dibaca oleh anak-anak 8—12 tahun, dan mungkin atasnya lagi. Saya, kan, sudah lupa masa-masa itu, dan saya bukan ahli anak. Otak saya juga belum sejauh itu mengenal dunia anak usia itu. Baca saja deh resensi saya ini. A. Identitas Buku Judul : Tiga Bocah Konyol (novel petualangan anak jenius bin amburadul) Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" Penulis : Rudiyant Penerbit : EBOOKINDO Tahun Terbit : 2019 Tebal : 160 hlm. (136 hlm. isi, 2 hlm. profil penulis) Ukuran : 13 × 19 cm B. Isi Buku 1. Unsur Intrinsik Buku a. Tema : Petualangan, kebingungan, kehilangan, penculikan, dan percobaan pembunuhan Dari novel ini, saya belajar bahwa tidak semua penculik berhati buruk. Maksud saya, seseorang/sekelompok orang yang membawa orang/sesuatu tidak berniat menculik, tetapi karena ada hal tertentu yang membuat dia/mereka terpaksa melakukan hal itu. b. Tokoh : 1) Kosim : Ketua tiga bocah konyol, cerdas, bocah konyol terganteng, nakal 2)...