Langsung ke konten utama

Resensi Agatha Mystery: Pencurian Pedang Raja Skotlandia by Sir Steve Stevenson

 

A. Identitas Buku

Judul : Agatha Mystery: Pencurian Pedang Raja Skotlandia

Penulis : Sir Steve Stevenson

Penerbit : Bhuana Sastra (Imprint PT. BIP)

Kota terbit : Jakarta

Tehun terbit : 2015

Tebal : 180 hlm. (169 hlm. isi)

Ukuran : 13 × 19 cm

Warna kertas : Krem

© 2010 Atlantyca Dreamfarm s.r.l., Italy

Text by Mario Pasqualotto

Original edition published by DeAgostini Editore S.p.A.

Original title: Agatha Mystery 3: La spada de re di Scozia

International right © Atlantyca S.p.A., via Leopardi 8 - 20123 Milano — Italy

B. Blurb

C. Daftar Isi

D. Unsur-Unsur Intrinsik

Subgenre : Misteri, anak

Tema : Petualangan, Perjuangan

Tokoh-tokoh :

1. Larry Mystery: detektif, 14 tahun, suka Aileen, murid sekolah detektif

2. Aileen (Dorothy): teman lama Larry, cantik

3. Agatha: sepupu Larry, 12 tahun, calon novelis misteri pertama di keluarga besarnya

4. Kakek Godfrey: pembuat balon udara

5. Kent: kepala pelayan, asisten Agatha

6. Watson: kucing Agatha

7. Agen MD38: kepala sekolah Larry

8. Stone: sekretaris yang bekerja di bagian barang antik, departemen yang mengatur penyelenggaraan pameran, orang yang tidak tidur dalam kasus pencurian pedang raja Skotlandia

9. McKenzie: direktur kastel

10. Profesor Brown: pencetus ide pameran, pengagum benda-benda bersejarah

11. Count Duncan: penyandang dana utama pameran

12. McClure: penyandang dana utama pameran, orang penting dalam bisnis minyak

Setting tempat : Skotlandia, spesifiknya:

1. Pondok Kakek Godfrey Mystery di desa pinggiran Kota Edinburgh

2. Kedai di Bowden

3. Kastel Dunnottar di Aberdeen

POV : POV 3

E. Kutipan

"Pedang raja Skotlandia, kalau ingatanku tidak salah, pedang itu jenis claymore milik Robert Bruce, orang yang membebaskan Skotlandia dari jajahan Inggris pada abad pertengahan. Pedang itu sebenarnya hanya bernilai simbolis. Menurut para ahli, pedang tersebut menggambarkan proses penyatuan kembali berbagai klan yang berbeda sehingga mampu mengusung nama serta bendera yang sama, yaitu Skotlandia, untuk pertama kalinya." ~ Agatha (hlm. 45 & 48)

"Sebelum kita memfokuskan diri pada motif pencurian, kita harus memperhatikan detail-detail kecil." ~ Agatha (hlm. 49)

"Untuk bisa menangkap mangsa, kita harus memasang jebakan." ~ Agatha (hlm. 103)

"Dalam kamusku, kata 'perkembangan baru' hanya digunakan pada akhir penyelidikan." ~ Kakek Godfrey (hlm. 105)

"Seorang gadis bisa melupakan apa pun, kecuali tasnya!" ~ Agatha (hlm. 122)

Kutipan lainnya saya unggah di Twitter saya (Poetree Malu). Cara saja dengan #AgathaMysteryPencurianPedangRajaSkotlandia.

F. Sampel Cerita

G. Sinopsis

Saat bangun tidur, Larry Mystery (detektif berumur 14 tahun) ingat bahwa dirinya sekarang berada di pondok Kakek Godfrey Mystery (pembuat balon udara) di desa pinggiran Kota Edinburgh. Laki-laki itu bergegas pergi ke kedai di Bowden untuk menemui teman lamanya, Aileen (Dorothy). Untuk menyelamatkan wajahnya yang memerah saat melihat Aileen, dia memperkenalkan peralatan canggihnya dari sekolah detektifnya (Eye International) kepada Aileen. Saat harapannya pupus, beruntung EyeNet-nya bergetar. Laki-laki itu mendapat misi yang sangat penting dari sekolah detektifnya, membuatnya terpaksa pamit pergi kepada Aileen. 

Agatha (sepupu Larry berumur 12 tahun dan calon novelis misteri pertama di keluarga besarnya) menunjukkan rute perjalanan dirinya, Larry, dan Kakek Goodfrey kepada Kakek Godfrey. Kent (kepala pelayan dan asisten Agatha) memberi tahu bahwa Watson (kucing Agatha) hilang.

Keesokannya, Larry pergi, sedangkan Agatha, Kakek Godfrey, dan Kent mempersiapkan balon udara. Saat balon udara hendak digelembungkan, tiba-tiba Larry meminta semuanya untuk tidak menggelembungkannya. 

Larry (agen LM14) mendapat misi memecahkan teka-teki hilangnya pedang berharga yang sangat bersejarah yang berada di Kastel Dunnottar, Aberdeen. Jika gagal, laki-laki itu akan dinyatakan tidak lulus ujian. Kakek Godfrey dan Kent menggelembungkan balon udara, sedangkan Agatha dan Larry mendengarkan penjelasan tentang kasus pencurian pedang dari agen MD38 (Kepala Sekolah).

Larry terpilih sebagai pemecah teka-teki karena dirinya paling dekat dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara). Saat pembukaan pameran, semua tamu serempak tertidur. Begitu mereka bangun, pedang yang sangat terkenal milik Raja Skotlandia hilang, padahal tidak ada seorang pun yang meninggalkan TKP. Pelaku dan pedang harus ditemukan malam ini.

Setelah balon udara siap, Agatha, Larry, Kakek Godfrey, Kent, dan Matson menuju TKP. Dalam perjalanan, mereka membahas kasus pencurian pedang. Satu-satunya orang yang tidak terserang kantuk adalah Stone (sekretaris yang bekerja di bagian barang antik dan departemen yang mengatur penyelenggaraan pameran). Perempuan itu keluar gedung untuk mengambil tas selama 20 menit. Saat kembali, dia terkejut melihat 30 orang tertidur dan pedang raja Skotlandia hilang. Saat bangun, mereka mengalami peristiwa barang hilang, mendengar suara-suara aneh, dan melihat hantu. Untuk membantu proses penyelidikan, McKenzie (direktur kastel) melarang semua orang meninggalkan kastel sebelum matahari terbenam. 

Setelah Kakek Godfrey dan Larry beranalisis, Agatha menyarankan semuanya untuk bersandiwara; Kakek Godfrey berperan sebagai detektif ahli, Kent sebagai pengawal galak, dan dirinya dan Larry sebagai detektif magang yang canggung. Setelah rencananya disetujui, perempuan itu menyusun pertanyaan yang harus diajukan Kakek Godfrey. Lalu, semuanya mempelajari peta dan daftar nama tamu.

Sesampainya di tempat tujuan, McKenzie memperkenalkan Profesor Brown (pencetus ide pameran dan pengagum benda-benda bersejarah), Count Duncan (penyandang dana utama yang memiliki kekayaan berlimpah), dan McClure (penyandang dana utama yang kaya raya dan orang penting dalam bisnis minyak) kepada semuanya. Lalu, dia mengantar Agatha dkk. ke ruang persenjataan. Profesor Brown menunjukkan kotak kaca yang menjadi tempat terakhir keberadaan pedang raja Skotlandia. Agatha dkk. pun memulai rencana mereka.

Di halaman kastel, Agatha dan Larry menemukan sedotan aneh, bola golf, dan bulu merak. Saat memeriksa menara, tiba-tiba Watson jatuh ke lubang yang ada di lantai. Agatha dan Larry menyusulnya dengan memperbesar lubangnya. Setelah menemukan Watson di pantai, mereka kembali dengan wajah muram. 

Pada pukul tiga lewat beberapa menit, Agatha dan Larry menemui Kakek Godfrey di kantor Direktur. Kakek Godfrey kesal karena setiap orang memberitahukan fakta yang berbeda, menambahkan detail yang saling bertentangan, dan saling menyalahkan. Lalu, mereka memilih tiga petunjuk yang paling penting: suara tembakan (tetapi tidak ada tamu yang membawa senjata api), penampakan hantu, dan lolongan serigala. Saat Stone ke ruang persenjataan setelah tidak menemukan tasnya, jendela-jendela terbuka lebar. Dia mengulang cerita yang sama saat diinterogasi. 

Agatha setuju dengan hipotesis Larry yang menyatakan Stone berdalih mengambil tas untuk melancarkan aksi pencuriannya. Lalu, calon novelis itu memberi tahu kepada semuanya tentang petunjuk-petunjuk yang dia temukan. Saat dia menginterogasi para anggota komite penyelenggara pameran, Profesor Brown memberi tahu bahwa Stone keluar gedung karena lupa membawa dokumen resmi dari Museum Edinburgh. 

Setelah itu, Stone diinterogasi. Sebelum pameran dimulai, Profesor Brown begitu tegang dan memandangi para tamu yang berdatangan. Lalu, saat dia tahu Stone lupa menaruh tasnya, dia memintanya mencarinya di mobil. Stone pun diam-diam keluar gedung untuk mencari tasnya di mobil. Di mobil, dua orang polisi bertanya tentang sepak bola. Dua puluh menit kemudian, Stone kembali ke gedung tanpa tas dan mendapati semua orang tertidur. Sebelum meninggalkan Agatha dkk., Stone memberi tahu ciri-ciri tasnya.

Di sumur sampah, Agatha dan Larry menemukan tas Stone. Setelah yakin bukti-bukti yang mereka temukan hanya untuk mengecoh, mereka kembali membaca catatan yang paling penting, tetapi dengan perspektif yang berbeda. Akhirnya, mereka sadar sudah melewatkan catatan tentang kamera rusak yang terlepas dari tangan fotografer. Satu-satunya jalan untuk menemukan pelaku adalah dengan mengungkap cara pencuri menyebarkan obat bius.

Setelah matahari terbenam, semua orang, kecuali polisi, mendengarkan penjelasan Agatha tentang pencurian pedang raja Skotlandia. Saat Agatha mengatakan pelakunya adalah salah satu anggota komite penyelenggara pameran, polisi menjaga keamanan. Benda yang dipegang orang-orang yang tertidur secara serempak mengandung obat bius dan ada satu orang yang pura-pura tidur. Dengan bukti yang jelas, polisi pun menangkap orang yang pura-pura tidur itu. Benda yang ada di pelaku menguatkannya sebagai pencuri. Agatha menduga pedang raja Skotlandia dan satu bukti yang tidak ditemukan, dibuang ke laut dengan dibungkus peringan. 

Keesokannya, Kakek Godfrey mengajak semuanya ke tempat arus kuat laut. Setelah sampai, polisi mengangkat pedang raja Skotlandia.

H. Penilaian Buku

1. Kelebihan buku

a. Terdapat perkenalan peserta pada misi kedua

b. Terdapat peta tujuan misi kedua

c. Layout bagus

d. Terdapat gambar ilustrasi di dalam cerita

e. Halaman kosong dihias

f. Keluarga Mystery ditunjukkan di peta dengan foto

2. Kekurangan buku

a. Tidak ada prakata atau kata pengantar.

b. Tidak ada profil penulis.

J. Kesimpulan

Agatha Mystery merupakan novel terjemahan untuk anak. Pencurian Pedang Raja Skotlandia adalah seri ketiganya. Larry, sepupu Agatha, mendapat misi memecahkan misteri hilangnya pedang skotlandia karena dia yang dekat TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dia harus menuntaskannya sebelum matahari terbenam jika ingin lulus ujian. Perjalanan dengan Agatha, Kakek Godfrey, Paman Kent, dan Watson tertunda karena misi itu. Uniknya, mereka pergi dengan balon udara. Selama perjalanan, mereka merancang rencananya, bagi-bagi tugas. 

Saat Agatha putus asa memecahkan misteri hilangnya pedang raja Skotlandia, dia menemukan catatan penting yang terlewat. Meski Stone sempat keluar gedung dan tidak ikut tertidur, bukan dia pelakunya. Misi berhasil saat pelaku tertangkap dan pedang ditemukan. Dengan begitu, perjuangan Agatha dkk. membuahkan hasil. Kerenlah pokoknya petualangan mereka kali ini, apalagi ada gambar ilustrasinya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...

Resensi Resolusiku by @edi_akhiles

Buku ini adalah buku remaja religi pertama karya @edi_akhiles. A. Identitas Buku Judul : Resolusiku Penulis : @edi_akhiles Penerbit : DIVA Press Kota terbit : Banguntapan, Yogyakarta Tahun terbit : (April) 2014 Tebal : 212 hlm. Ukuran : 13 × 19 cm Kategori : Nonfiksi religi B. Isi Buku Ada alasan mengapa penulis memberikan judul seperti itu, lalu di bawahnya terdapat keterangan bahwa buku ini berisi kisah-kisah islami. Resolusi yang dimaksud penulis adalah janji, komitmen, dan cita-cita. Penulis memberikan contoh resolusi yang top-markotop bagi muslim/muslimah.  Penentuan resolusi berawal dari proses evaluasi atau intropeksi diri. Penulis menyajikan beberapa kisah islami di buku ini dengan maksud agar pembaca bisa menjadikannya sebagai alat untuk membuat itu. Sumber kisah-kisahnya dari kitab-kitab salaf yang sangat masyur, antara lain Multaqatul Hikayat, Al-Bidayah wan Nihayah, dan Ushfuriyah. Isi bukunya dapat dilihat dari blurb dan daftar isi berikut ini. Buku ini ditujukan untuk...

Resensi Tiga Bocah Konyol: Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" by Rudiyant

Saya kurang tahu apakah novel ini benar-benar bisa dibaca oleh anak-anak 8—12 tahun, dan mungkin atasnya lagi. Saya, kan, sudah lupa masa-masa itu, dan saya bukan ahli anak. Otak saya juga belum sejauh itu mengenal dunia anak usia itu. Baca saja deh resensi saya ini. A. Identitas Buku Judul : Tiga Bocah Konyol (novel petualangan anak jenius bin amburadul) Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" Penulis : Rudiyant Penerbit : EBOOKINDO Tahun Terbit : 2019 Tebal : 160 hlm. (136 hlm. isi, 2 hlm. profil penulis) Ukuran : 13 × 19 cm B. Isi Buku 1. Unsur Intrinsik Buku a. Tema : Petualangan, kebingungan, kehilangan, penculikan, dan percobaan pembunuhan Dari novel ini, saya belajar bahwa tidak semua penculik berhati buruk. Maksud saya, seseorang/sekelompok orang yang membawa orang/sesuatu tidak berniat menculik, tetapi karena ada hal tertentu yang membuat dia/mereka terpaksa melakukan hal itu. b. Tokoh : 1) Kosim : Ketua tiga bocah konyol, cerdas, bocah konyol terganteng, nakal 2)...