Langsung ke konten utama

Cara Membuat Kamera dari Kertas Origami

 

Cara membuatnya:

1. Beri garis bantu dengan melipat ujung keempat kertas.

2. Lipat keempat ujung kertas ke tengah atau titik pusat kertas.

3. Balik kertas, lalu lipat dua ujung kertas yang saling berseberangan ke tengah.

4. Balik kertas, lalu lipat kedua ujung kertas ke atas seperti ini.


5. Balik kertas, lalu buka ujung kertas seperti ini.

6. Balik kertas, lalu kunci pucuk kertas dengan melipatnya seperti ini.

Kamera pun siap untuk digunakan. Caranya, letakkan kedua tangan di sisi kanan dan kiri kamera. Taruh jempol di tengah kamera. Tekan atau dorong kamera hingga kunci kamera di bagian depan terlepas.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...

Resensi Resolusiku by @edi_akhiles

Buku ini adalah buku remaja religi pertama karya @edi_akhiles. A. Identitas Buku Judul : Resolusiku Penulis : @edi_akhiles Penerbit : DIVA Press Kota terbit : Banguntapan, Yogyakarta Tahun terbit : (April) 2014 Tebal : 212 hlm. Ukuran : 13 × 19 cm Kategori : Nonfiksi religi B. Isi Buku Ada alasan mengapa penulis memberikan judul seperti itu, lalu di bawahnya terdapat keterangan bahwa buku ini berisi kisah-kisah islami. Resolusi yang dimaksud penulis adalah janji, komitmen, dan cita-cita. Penulis memberikan contoh resolusi yang top-markotop bagi muslim/muslimah.  Penentuan resolusi berawal dari proses evaluasi atau intropeksi diri. Penulis menyajikan beberapa kisah islami di buku ini dengan maksud agar pembaca bisa menjadikannya sebagai alat untuk membuat itu. Sumber kisah-kisahnya dari kitab-kitab salaf yang sangat masyur, antara lain Multaqatul Hikayat, Al-Bidayah wan Nihayah, dan Ushfuriyah. Isi bukunya dapat dilihat dari blurb dan daftar isi berikut ini. Buku ini ditujukan untuk...

Resensi Tiga Bocah Konyol: Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" by Rudiyant

Saya kurang tahu apakah novel ini benar-benar bisa dibaca oleh anak-anak 8—12 tahun, dan mungkin atasnya lagi. Saya, kan, sudah lupa masa-masa itu, dan saya bukan ahli anak. Otak saya juga belum sejauh itu mengenal dunia anak usia itu. Baca saja deh resensi saya ini. A. Identitas Buku Judul : Tiga Bocah Konyol (novel petualangan anak jenius bin amburadul) Daylight Ghosts "Setan-Setan Siang Bolong" Penulis : Rudiyant Penerbit : EBOOKINDO Tahun Terbit : 2019 Tebal : 160 hlm. (136 hlm. isi, 2 hlm. profil penulis) Ukuran : 13 × 19 cm B. Isi Buku 1. Unsur Intrinsik Buku a. Tema : Petualangan, kebingungan, kehilangan, penculikan, dan percobaan pembunuhan Dari novel ini, saya belajar bahwa tidak semua penculik berhati buruk. Maksud saya, seseorang/sekelompok orang yang membawa orang/sesuatu tidak berniat menculik, tetapi karena ada hal tertentu yang membuat dia/mereka terpaksa melakukan hal itu. b. Tokoh : 1) Kosim : Ketua tiga bocah konyol, cerdas, bocah konyol terganteng, nakal 2)...