Langsung ke konten utama

Sinopsis Pororo the movie: The Racing Adventure

Foto: Instagram @hulyan_pedro


"Pemenang tidak melakukan semuanya sendirian." - Toto, guru kereta luncur & juara 1 pengantar barang


"Juara sejati tidak memanfaatkan kesengsaraan lawannya." - Pororo


Toto melatih Pororo dkk. bermain kereta luncur. Saat bintang jatuh, Pororo dkk. memohon supaya dijadikan juara 1 kereta luncur. Paginya, saat mau pamit pulang, Toto menyerahkan medali juara 1 kepada Pororo, yang dikira medali kereta luncur. Lalu, Toto dan temannya (Menggo) pergi. Namun, mereka tidak tahu kalau Eddy sudah memasang tali di pesawat mereka dan ujung satunya lagi dipasang di pesawat Eddy. 

Akhirnya, mereka semua tiba di sebuah kota yang sedang mengadakan festival tahunan. Tanpa mereka ketahui, ada bandit di sebuah tempat tersembunyi. Salah satunya bilang bahwa festival itu akan jadi festival terakhir. 

Setelah jalan-jalan, Pororo dkk. pergi ke tempat perkumpulan di sebuah gedung. Mereka bertemu Toto dan memanggil-manggil guru mereka itu. Tiba-tiba Fufu datang ke sana. Dia menghina juara tahun lalu. Pororo menertawakannya ketika Fufu bilang akan jadi juara 1 tahun ini, dan dia dengan percaya diri akan memenangkan kompetisi itu karena gurunya adalah Toto. Fufu membalasnya bahwa juara yang dimaksud Pororo adalah juara pengiriman barang. Saat sudah tahu kebenarannya, Pororo dkk., kecuali Krog, kesal kepada Toto.

Saat menonton latihan kereta luncur beberapa pemain di sebuah stadion, teman-teman Pororo menghibur Pororo. Pororo dkk. pun memodifikasi pesawat Eddy. Sebelum bertanding, Eddy menjelaskan kepada Petty tentang lolipop terakhir yang menjadi sumber energi tambahan untuk kereta luncur Tim Petty. 

Saat pertandingan dimulai, Tim Macan Putih memimpin. Tidak lama kemudian, Tim Kelinci jatuh. Disusul oleh Tim Pink. Ternyata Tim Pororo masih di start. Keretanya tidak mau jalan. Kemudian, Petty mendorong kereta luncurnya. Tiba-tiba kereta luncur Pororo melaju tanpa Petty. 

Pororo kehilangan kendali saat mengendarai kereta luncurnya. Lalu, Eddy menghampirinya dan memberi tahu bahwa salah satu dari mereka, teman Pororo, akan menemai Pororo. Di tengah kebingungan tentang siapa yang akan menemani Pororo, dan waktunya tidak banyak karena ada tebing di depan, tiba-tiba Krog melompat ke kereta luncur. 

Di depan, Tim Fufu dan Tim Macan Putih saling bersaing. Tiba-tiba Tim Buaya berada di tengah-tengah mereka. Karena mengganggu, Tim Fufu menyingkirkan tim tersebut. 

Jauh di depan, dua bandit memasang perangkap. Sayang, perangkapnya tidak berfungsi ketika Tim Macan Putih lewat. 

Di putaran roller coaster, Tim Macan Putih masih memimpin dan Tim Pororo masih di posisi terakhir. Saat mencapai putaran roller coaster, kereta luncur Tim Pororo tidak bisa meluncur ke atas. 

Saat di dalam gua, ada dua jalan yang harus dipilih oleh Tim Pororo. Akhirnya, Pororo menjalankan keretanya ke jalan sesuai tanda panah yang ada di sana, yang juga ada tanda hati-hatinya. Padahal alat Krog menunjukkan kalau mereka harus ke jalan satunya. Di tempat lain, tim kereta luncur lainnya juga mengalami kesulitan. 

Kembali ke Tim Pororo, suasana di sekitar jadi gelap. Lalu, tempat itu berubah jadi begitu menyeramkan. Di tempat lain, dua bandit beraksi dengan jebakan mereka lagi. Saat keberadaan mereka hampir ketahuan, mereka segera bersembunyi, sampai salah satu dari mereka lupa kalau ada bom di punggungnya. 

Saat sudah ada yang keluar dari gua, Tim Pororo dinyatakan hilang oleh penyiar acara. Kemudian, Tim Macam Putih dinyatakan tersingkir dari pertandingan. Akhirnya, Tim Fufu merasa tidak ada yang bisa menghalanginya untuk menjadi pemenang. Namun, beberapa detik kemudian, di belakangnya ada Tim Pororo.

Beberapa saat kemudian, dua bandit memasang bom. Saat Tim Pororo lewat, mereka mengaktifkan bomnya. Beberapa detik kemudian, Tim Fufu menyusul. Dua bandit tadi jadi khawatir. 

BOM! 

Terjadilah ledakan. Tanah bersalju di sana retak, hingga membentuk lingkaran di sekitar dua tim yang masih bertahan. Saat situasi sudah genting, Tim Pororo menggunakan fasilitas kereta luncurnya. Saat Tim Fufu hampir jatuh, Tim Pororo membantunya. Tiba-tiba Tim Fufu membalasnya dengan kejahatan, sehingga Tim Pororo terjebak di tebing yang terbentuk karena ledakan tadi. Toto jadi gemas melihat hal itu. 

Pretty menghubungi Tim Pororo. Lalu, Eddy meminta Pororo dan Krog memasukkan lolipopnya. Pororo pun bilang bahwa lolipopnya sudah dijatuhkan Krog. Karena itu dia dan Krog bertengkar dan tubuh Eddy jadi lemas. 

Di tempat Eddy, Menggo menghalangi Toto yang ingin menyelamatkan Tim Pororo. Tiba-tiba lolipop Toto jatuh. Saat itulah Eddy dkk. merasa tertolong. Toto pun mendatangi Pororo. Pororo sempat kesal dengan Toto karena sudah dibohongi.

Setelah berhasil kembali ke lintasan, terjadi persaingan sengit antara Tim Pororo dengan Tim Fufu. Bahkan saat mereka sudah melintasi garis finis, penonton dan juri tidak dapat mengetahui tim mana yang lebih dahulu melewati finis. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komik First Love Decoration! by Mikuri Hanaboshi

       Buku komik Love Decoration! ini berasal dari Jepang dengan judul aslinya Hatsukoi Decoration!, yang diterbitkan oleh Shogakukan. Sementara itu, terjemahan Bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2023.        Komik terjemahan ini merupakan komik perempuan yang ditujukan untuk umur 15+. Untuk harganya sendiri, di Pulau Jawa dipatok sebesar Rp45.000. Ketebalannya mencapai 161 halaman, dari judul pertama sampai halaman tamat. Warnanya hitam putih.         Komik karya Mikuri Hanaboshi ini termasuk komik debut. Biasanya karya debut menjadi penentu apakah penikmatnya menyukai pekaryanya atau tidak. Jika sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, berarti komik ini termasuk komik yang bagus, apalagi penerbitnya adalah Elex.         Komik debut ini bukan komik dengan satu cerita atau komik seri, melainkan komik yang terdiri dari tiga cerita yang berdiri sendiri. Judul-judul...

Resensi Resolusiku by @edi_akhiles

Buku ini adalah buku remaja religi pertama karya @edi_akhiles. A. Identitas Buku Judul : Resolusiku Penulis : @edi_akhiles Penerbit : DIVA Press Kota terbit : Banguntapan, Yogyakarta Tahun terbit : (April) 2014 Tebal : 212 hlm. Ukuran : 13 × 19 cm Kategori : Nonfiksi religi B. Isi Buku Ada alasan mengapa penulis memberikan judul seperti itu, lalu di bawahnya terdapat keterangan bahwa buku ini berisi kisah-kisah islami. Resolusi yang dimaksud penulis adalah janji, komitmen, dan cita-cita. Penulis memberikan contoh resolusi yang top-markotop bagi muslim/muslimah.  Penentuan resolusi berawal dari proses evaluasi atau intropeksi diri. Penulis menyajikan beberapa kisah islami di buku ini dengan maksud agar pembaca bisa menjadikannya sebagai alat untuk membuat itu. Sumber kisah-kisahnya dari kitab-kitab salaf yang sangat masyur, antara lain Multaqatul Hikayat, Al-Bidayah wan Nihayah, dan Ushfuriyah. Isi bukunya dapat dilihat dari blurb dan daftar isi berikut ini. Buku ini ditujukan untuk...

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...