Langsung ke konten utama

Sinopsis Doraemon the movie: Nobita dan Pulau Keajaiban Petualangan Para Hewan

 


Nobita dkk. pergi ke tempat fosil Golden Herakles, yaitu di sumber air kehidupan. Jika minum air di sana, berbagai jenis luka akan sembuh. Dahulu Koron dan makhluk hidup yang lain pernah ke sana saat sakit. Tiba-tiba muncul Golden Herakles, tubuhnya berwarna emas. Karenanya, luka mereka sembuh. 

Setelah Koron menceritakan itu, Athaya menyarankan kepada Nobita dkk. untuk tidak mencari Golden Herakles. Doraemon setuju. Mereka lalu bertemu dinasaurus bersayap. Tiba-tiba Nobita berteriak keras, memunculkan huruf-huruf dari mulutnya ke tebing. Lalu, kumbang di dalam wadah, Kabuta, matanya tiba-tiba berubah jadi merah. Tidak lama kemudian, seseorang mengajak Nobita dkk. pulang. Tiba-tiba terjadi kericuhan di hutan dan di desa. 

Nobita mengalahkan penjahat dengan suara kerasnya. Doraemon pun memberi obat itu kepada Giant. Nobita dan Giant pun menyerang pemimpin kejahatan. Kemudian, seseorang memperlihatkan sandera-sanderanya, yaitu Suneo, Koron, dan Krajo. 

Seorang kakek syok memikirkan Koron. Nobita ingin menyelamatkan Suneo dan dua sandera lainnya, tetapi efek obatnya sudah habis. Kemudian, seseorang menjelaskan tentang di mana tempat penjahatnya berada (Bukit Harimau). 

Di jalan, Kabuta jatuh, lalu terbang. 

Alat-alat yang diminta Nobita kepada Doraemon sedang diperbaiki. Ditambah lagi, warga desa tidak ada yang punya senjata. 

Di tempat sandera, Suneo menghibur Koron dan Krajo, sedangkan di desa, Giant mendukung Nobita untuk tetap menyelamatkan Suneo dkk. Kemudian Sesuka, Doraemon, dan yang lainnya turut mendukung. 

Suneo diancam jika tidak memberi tahu di mana sarang Golden Herakles. Di tempat lain, mata Kabuta bersinar. Lalu, Golden Herakles di sumber air kehidupan membentuk tubuhnya. Disusul bersinarnya fosil Golden Herakles yang ada di Krajo. 

Tiba-tiba ada yang menembak Golden Herakles. Saat itu pula Krajo seperti merintih kesakitan. Suneo dan yang lainnya menebak kalau Golden Herakles sudah tertangkap. Suneo pun berteriak meminta tolong kepada Doraemon dkk. 

Entah mengapa semua hewan jadi lemas. Kemudian, para penjahat melihat Doraemon dkk. dari CCTV. 

Beberapa menit kemudian, Doraemon dan dua temannya terkena serangan ledakan. Karena itu mereka pun kembali berkumpul dan berdiskusi. 

Doraemon dkk. kembali beraksi dengan alat seadanya, seperti kipas dan alat penunjuk jalan. 

Pintu pesawat milik penjahat terbuka. Robot raksasa mirip badak pun keluar dari pesawat itu dan menyerang Doraemon dkk. Tanpa sengaja Kabuta terkena Sinar Pembesar milik Doraemon.

Doraemon dilempar Giant dengan pemukul ke pesawat penjahat agar bisa menyelamatkan Suneo dkk., sedangkan Kabuta menyerang robot badak. Di dalam pesawat, Doraemon menyerang seorang penjahat wanita. 

Karena terdesak, robot badak berubah bentuk jadi lebih besar dan terlihat kuat. Di dalam pesawat, penjahat wanita berhasil dikalahkan. Sementara itu, di luar pesawat, Kabuta terkena beberapa pukulan dari robot badak. Karena tidak sanggup melihat kekejaman robot itu, Nobita membantu Kabuta dengan cara membahayakan dirinya sendiri. Kemudian, aksinya disusul oleh teman-temannya. 

Saat Golden Herakles berhasil dibebaskan, tubuhnya kembali bersinar. Tentu Krajo dan hewan-hewan lain jadi tidak lemas lagi. Bahkan banyak hewan yang marah kepada para penjahat.

Sebelum Athaya pergi, Doraemon memukulnya dengan alat ajaibnya. Tiba-tiba Athaya jadi lupa segalanya, bahkan nama lainnya (Athaya). Nobita jadi menyadari kalau Athaya adalah ayahnya. Akan tetapi, dia rahasiakan itu dari teman-temannya. 


Tamat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komik First Love Decoration! by Mikuri Hanaboshi

       Buku komik Love Decoration! ini berasal dari Jepang dengan judul aslinya Hatsukoi Decoration!, yang diterbitkan oleh Shogakukan. Sementara itu, terjemahan Bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2023.        Komik terjemahan ini merupakan komik perempuan yang ditujukan untuk umur 15+. Untuk harganya sendiri, di Pulau Jawa dipatok sebesar Rp45.000. Ketebalannya mencapai 161 halaman, dari judul pertama sampai halaman tamat. Warnanya hitam putih.         Komik karya Mikuri Hanaboshi ini termasuk komik debut. Biasanya karya debut menjadi penentu apakah penikmatnya menyukai pekaryanya atau tidak. Jika sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, berarti komik ini termasuk komik yang bagus, apalagi penerbitnya adalah Elex.         Komik debut ini bukan komik dengan satu cerita atau komik seri, melainkan komik yang terdiri dari tiga cerita yang berdiri sendiri. Judul-judul...

Resensi Resolusiku by @edi_akhiles

Buku ini adalah buku remaja religi pertama karya @edi_akhiles. A. Identitas Buku Judul : Resolusiku Penulis : @edi_akhiles Penerbit : DIVA Press Kota terbit : Banguntapan, Yogyakarta Tahun terbit : (April) 2014 Tebal : 212 hlm. Ukuran : 13 × 19 cm Kategori : Nonfiksi religi B. Isi Buku Ada alasan mengapa penulis memberikan judul seperti itu, lalu di bawahnya terdapat keterangan bahwa buku ini berisi kisah-kisah islami. Resolusi yang dimaksud penulis adalah janji, komitmen, dan cita-cita. Penulis memberikan contoh resolusi yang top-markotop bagi muslim/muslimah.  Penentuan resolusi berawal dari proses evaluasi atau intropeksi diri. Penulis menyajikan beberapa kisah islami di buku ini dengan maksud agar pembaca bisa menjadikannya sebagai alat untuk membuat itu. Sumber kisah-kisahnya dari kitab-kitab salaf yang sangat masyur, antara lain Multaqatul Hikayat, Al-Bidayah wan Nihayah, dan Ushfuriyah. Isi bukunya dapat dilihat dari blurb dan daftar isi berikut ini. Buku ini ditujukan untuk...

Resensi Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) by Ernest Prakasa

A. Identitas Buku Judul : Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) Penulis : Ernest Prakasa Penerbit : Rak Buku Kota terbit : Depok/Jakarta Tahun terbit : 2014 (cetakan V) Tebal : x + 170 hlm.  Ukuran : 14 × 20 cm Jenis : Nonfiksi komedi B. Isi Buku Ngenest (Ngetawain Hidup A La Ernest) adalah buku kedua karya Ernest Prakasa. Buku tersebut diambil dari kisah nyata dan penulis yang berprofesi sebagai komedian itu ingin dirinya terlihat jauh lebih "nampol" di bukunya ini. Sayangnya, saya belum membaca buku pertamanya, jadi tidak bisa menilai kenampolan antara buku pertama dengan buku keduanya ini. Yang pasti, kita akan mendapatkan banyak informasi atau ilmu pengetahuan di buku Ngenest ini, seperti yang tersirat dalam daftar isi berikut. Lebih jauh tentang isi bukunya, Anda bisa memperkirakannya lewat blurb dan review pembaca di bawah ini. Jika kurang cukup, Anda bisa membaca kutipan-kutipan yang saya ambil dari bukunya. "Sperma yang sudah meninggalkan 'markas' mungkin...